Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, segala puji bagi Allah yang telah menuntun kita dalam cahaya Islam — agama yang mengajarkan kasih sayang, persaudaraan, dan kedamaian.
Shalawat serta salam semoga selalu tercurah kepada Nabi Muhammad ﷺ, suri teladan umat manusia yang selalu menebarkan perdamaian di manapun beliau berada.
🌱 Pemuda Harapan Bangsa, Bukan Sumber Masalah
Hadirin yang dirahmati Allah,
Setiap pemuda dilahirkan untuk menjadi kebanggaan, bukan kekhawatiran.
Namun sayang, di zaman ini kita sering mendengar berita tawuran antarpemuda, saling serang antar sekolah, bahkan saling benci antar kampung.
Semua itu terjadi bukan karena keberanian sejati, tapi karena hilangnya moral dan kesadaran akan nilai kemanusiaan.
Padahal Rasulullah ﷺ bersabda:
“Bukanlah orang kuat itu yang menang dalam bergulat, tetapi orang kuat adalah yang mampu menahan amarahnya.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Artinya, pemuda sejati bukan yang berani memukul, tetapi yang berani menahan diri dan berdamai.
⚖️ Tawuran: Luka bagi Masyarakat, Dosa bagi Pelaku
Tawuran tidak pernah membawa kebaikan — hanya luka, kerugian, dan penyesalan.
Orang tua menangis, masa depan hancur, nama baik sekolah rusak, dan keamanan masyarakat terganggu.
Tawuran adalah musuh keamanan dan kehancuran masa depan.
Allah ﷻ berfirman dalam QS. Al-Ma’idah ayat 32:
“Barang siapa membunuh satu jiwa, maka seolah-olah ia telah membunuh seluruh manusia.”
Ayat ini mengingatkan bahwa tindakan kekerasan — sekecil apapun — adalah dosa besar.
Karenanya, pemuda Muslim sejati tidak akan mudah terprovokasi, tidak mudah terbakar emosi, dan tidak menjadikan kekerasan sebagai solusi.
💪 Pemuda Hebat adalah Pemuda yang Membangun, Bukan Menghancurkan
Ustadz dan hadirin sekalian,
Kita ingin lahir generasi muda yang gagah dalam akhlak, bukan hanya gagah di otot.
Pemuda yang kuat pikirannya, lembut hatinya, dan luas wawasannya.
Pemuda seperti inilah yang akan menjadi:
- Pelopor keamanan lingkungan,
- Penggerak kegiatan positif,
- Penolong masyarakat yang membutuhkan, dan
- Penerus bangsa yang beriman dan bertanggung jawab.
Itulah makna Pemuda Anti Tawuran, Pemuda Cinta Damai.
🌺 Solusi dan Peran Bersama
Untuk mencegah tawuran dan membentuk pemuda cinta damai, perlu sinergi dari semua pihak:
- Peran keluarga — mendidik anak dengan kasih sayang dan teladan akhlak.
- Peran sekolah — menanamkan karakter, bukan hanya ilmu pengetahuan.
- Peran tokoh agama & da’i Kamtibmas — menyampaikan dakwah moral dengan bahasa yang menyentuh jiwa muda.
- Peran aparat & masyarakat — memberi ruang bagi pemuda untuk berkreasi secara positif, seperti kegiatan olahraga, seni, dan dakwah remaja.
Dengan begitu, energi muda yang besar tidak meledak menjadi kekerasan, tapi menjadi kekuatan membangun kebaikan dan menjaga ketertiban.
🌼 Penutup: Damai Itu Indah
Hadirin yang dimuliakan Allah,
Islam adalah agama damai, dan pemuda Islam sejati adalah pembawa damai.
Marilah kita semua — terutama para pemuda — menanamkan dalam hati:
“Aku bukan perusuh, aku penjaga kedamaian.”
“Aku bukan pembuat masalah, aku pembawa berkah bagi lingkungan.”
Karena sesungguhnya, mencegah satu tawuran berarti menyelamatkan masa depan banyak orang.
Semoga Allah ﷻ menanamkan dalam hati para pemuda kita rasa cinta damai, menguatkan iman mereka, dan menjadikan mereka generasi penegak keamanan dan akhlak mulia.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
By: Andik Irawan